Ilustrasihttps://www.duniasantri.co/tag/guru-ngaji/

Pandemi Covid 19 telah membuat kepanikan yang sangat dahsyat, hal tersebut disebabkan banyak berita mengerikan, salah satunya dengan meningkatnya kasus positif di Indonesia, selain itu juga banyak yang meninggal. Lalu sampai kapan kah hal ini selesai ? Tidak ada yang tahu pasti kapan berakhirnya. Hampir satu tahun lamanya kasus Covid 19 muncul di dunia, yang awalnya bersumber di wilayah Wuhan, China.

Kita tahu pemerintah Indonesia telah berupaya sangat maksimal dalam hal penanganan pandemi nasional ini, antara lain dari dana, tenaga, dan akal pikiran banyak yang  terkuras habis. Tapi alhasil, kasus ini malah terus naik.

Bahkan lebih dari itu berita buruk pun muncul menghampiri Negara Indonesia, karena lebih dari 50 Negara di belahan dunia tidak membolehkan kunjungan dari orang Indonesia. Hal ini membuat kepanikan yang sangat mendalam. Sebegitu kejamnnya kah virus Corona di Indonesia. lalu apakah ini akhir dari semuanya ? tentunya tidak, karena kita yakin sebagai umat islam bahwasanya virus Corona ini adalah makhluk Alloh yang berada dalam kendalinya.

Sebagai umat islam yang menjunjung tinggi hal tauhid, kita harus yakin bahwa kasus Covid 19 ini akan segera selesai dengan izin Alloh, karena kita diharuskan selalu ikhtiar lalu bertawakkal dalam menghadapinya. Kemudian pertanyaannya, apakah kita sebagai masyarakat harus menghadapi virus ini dengan kepanikan ? jangan sampai, apalagi virus Corona ini diteliti banyak dokter akan rentan masuk ke kesehatan jiwa orang yang panik dan cemas yang berlebihan, maka dari itu ketika ingin melihat berita, pilihlah berita yang sekiranya punya sumber yang terpercaya.

Hal demikian, mengharuskan kita menanggapi peristiwa itu, dengan jiwa yang tenang dan sabar. Itulah jiwa orang yang cerdas yang menghadapi masalah dengan ikhtiar dan bertawakkal. Syekh Musthofa Al Ghulayani menerangkan makna sabar dalam kitab Idotun Nasyiin bahwa :

 “Sesungguhnya orang yang punya akal sehat dan sempurna yaitu orang yang sabar ketika menghadapi musibah, selalu tegar dan teguh, jangan sampai menghadapinya dengan hati yang bingung”.

Penjelasan itu mengajari kita bahwa kita diharuskan untuk sabar. Dalam artian kita harus mencari jalan kelur lalu bertawakkal, karena semua permasalahan itu ada solusinya, dan harus dicari, karena Alloh memberikan problem bersamaan dengan kemudahan.

Kitab Idhotun Nasyiin adalah suatu Kitab Kontemporer yang kebanyakan dipelajari di Pesantren yang dikarang oleh Syekh Mustofa Al-Ghulayani lahir di Beirut tahun 1303 H dan wafat pada tahun 1364 H. Beliau adalah salah satu Alumni Al-Azhar.

Kitab Idhotun Nasyiin telah diajarkan sejak zaman penjajahan. Ketika masih belum diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, pihak penjajah tidak mengerti dengan isi kitab tersebut, tapi ketika mengerti jikalau di situ banyak materi pendorong semangat anak muda, maka dari itu pihak penjajah sangat melarang untuk diajarkan.

Selain dari itu, jiwa orang yang bodoh ketika menghadapi suatu masalah akan merasa putus asa karena dirasa dia tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut, makanya kita diharuskan  untuk selalu berusaha dan terus berusaha. Alloh telah berfirman :

 “Alloh tidak akan memberi suatu masalah kepada mahlukhnya, melainkan dengan batas kemampuanya”.

Maka dari itu, kita harus menjadi jiwa yang cerdas yaitu selalu melakukan dan membiasakan hal positif, lebih-lebih harus kita praktek kan ketika adanya pandemi Covid 19 ini  kita harus mematuhi saran pemerintah, seperti selalu menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan protokol kesehatan. Pemerintah tidak akan mengalihkan fokusnya terhadap selain kesehatan ini, karena perbaikan sektor seperti ekonomi akan berawal dari perbaikan kesehatan.

Semoga dengan dengan usaha dan berdo’a, pandemi Covid 19 segera diangkat oleh Alloh. Amin ya robbal alamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *